Tampilkan postingan dengan label ♣KKN stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ♣KKN stories. Tampilkan semua postingan

Potret Anak-anak Warmare

Di saat hujan turun, walaupun cuma rintik-rintik kecil, tapi tetep bikin badan menggigil kedinginan. Sambil selimutan, gw iseng-iseng liatin dokumentasi waktu KKN di Manokwari beberapa bulan yang lalu.
Jujur aja, setiap liat foto atau video selama KKN kemaren gw selalu galau. Apalagi kalo liat foto-foto yang isinya anak-anak Warmare. Berikut ini gw tampilin beberapa dari mereka :)

1. Nelvis
Ini anak satu unik sangat. Pertama gw tanya namanya, doi bilang "Nervis". Dan karena kepolosan gw juga, gw percaya aja gitu namanya "Nervis". Lama-lama sadar juga gw dan teman-teman yang lain, ini anak ternyata ga bisa nyebut huruf 'L'. Semua kata yang mengandung huruf 'L' pasti berujung menjadi 'R'. Demi Dewa Neptunus yang lagi liburan di Raja Ampat, gw selalu ketawa setiap ngobrol sama Nelvis. Sampe pernah suatu hari doi dikerjain sama temen KKN yang lain buat nyebutin kata 'LELE' berulang-ulang. Seperti yang bisa diprediksi, kata 'LELE' tersebut berubah drastis menjadi 'RERERERERERERERERE' XD
Oh iya, Nelvis ini satu-satunya anak yang sabar banget ngajarin gw Bahasa Hatam (bahasa daerah yang digunakan masyarakat sekitar Indisey & Snaimboy untuk berkomunikasi satu sama lain).
Nelvis bergaya di Bendung Prafi (Warmare, 2012)

2. Paulus
Ketemu ini anak pertama kali yang ada dipikiran gw waktu itu adalah: "Wah, bandel kayanya ni anak. Deketin lah biar lancar ngejalanin program nanti di sekolah". Daaaaan, eng ing eeeeeng... Bandel sih nggak, tapi keputusan buat ngerekrut Paulus ternyata nggak salah. Siapa sangka Paulus ini ternyata Ketua OSIS SMP Satap Meniy. Percaya nggak? Nggak? sama, gw juga ga percaya :p
Selama KKN gw nggak terlalu deket sama ini anak. Yaiyalaaah, secara setiap hari ngintil, nempel terus kaya perangko, sama Bang Situm si abang somay. Mungkin karena Bang Situm pake BB harum sari di keteknya :p

Foto bersama abang somay Warmare xp

3. Arekson
Arekson, temen sekelasnya Paulus, pemuda polos dari Warmare. Doi selalu sempet-sempetin maen ke pondokan KKN setiap hari bareng Paulus, entah itu bawa jeruk bali atau bawa temen-temennya yang lain :| Tergolong anak baik hati yang selalu membantu tim KKN gw di setiap acara yang kami buat.
Arekson adalah salah satu anak Snaimboy yang terakhir kali gw liat sebelum pulang lagi ke Jogja. Dan tetep, yang terakhir kali dia kasih buat gw dan temen-temen waktu itu adalah buah coklat yang udah mateng :D dan setelahnya, diperjalanan pulang kita malah berburu coklat dari pohon yang ada di pinggir jalan.

Mungkin sekian dulu. Masih banyak anak-anak lainnya yang mau gw kenalin ke kalian. Tapi sepertinya yang lain disimpen dulu.
Thanks for reading, ja ne~
Ittekimasu ^^

Ryuu, 22, menulis post ini di kamar kosannya yang sepi akibat ditinggal mudik teman kosan lainnya.
Post ini didedikasikan untuk anak-anak Warmare yang berhasil bikin gw gagal move-on dari Manokwari.

It had cought my attention from the 1st time..


Di bawah pohon ini mereka bermain..
Di bawah pohon ini dapat kita lihat,

senyuman yang selalu menghiasi wajah mereka..


Dari awal sampai di Warmare dan berkunjung ke area sekolah satu atap Meniy, gw sangat tertarik sama keberadaan pohon ketapang yang punya nama latin Terminalia cattapa ini. Sebenarnya di Jawa juga jumlah pohon ketapang nggak kalah banyak. Hanya saja pohon ketapang satu ini punya cerita tersendiri buat gw.

Pertama kali berkunjung ke SD-SMP satu atap Meniy ini, dari jauh langsung terlihat betapa gagahnya pohon ketapang ini berdiri. Dibawahnya banyak anak-anak kecil bermain sambil berteduh dari teriknya sinar matahari. Terdapat pula susunan meja dan kursi yang gw tau tempat seharusnya tuh di dalam kelas. Langsung timbul pertanyaan pada saat itu, anak-anak ini belajar di bawah pohon? Are you serious? hontou desu ka? Namun ternyata setelah didekati dan sempat bertanya kepada anak-anak yang ada disana, meja dan kursi tersebut sedianya sedang dalam proses pengecatan ulang. Huwaa.. Baru dateng udah kecele kayak gini, gimana nanti pas ngajar? pikir gw dalem hati.

to be continued...
*penulis pu otak su tumpul ee~ :p